Obati Dengan Mengetahui 5 Fakta Seputar Luka Memar Ini

Kaki Kepentok Meja, Terus Bengkak? Obati Dengan Mengetahui 5 Fakta Seputar Luka Memar Ini

Di sela aktivitas sehari-hari terkadang ada hal-hal yang tanpa sengaja membuat kamu cedera. Mulai dari kaki terbentur meja, kepala kejedot pintu, atau benturan lainnya saat kamu olahraga hingga menyebabkan luka memar. Luka memar ini barangkali sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kamu yang memiliki aktivitas fisik yang berat.

Meski sudah sering mengalami luka  memar Sedayubet bukan berarti luka atau nyerinya bisa dengan mudah diatasi begitu saja. Sebab terkadang ada yang sakitnya nggak ketulungan. Namun kamu jangan khawatir, luka memar nggak akan jadi masalahmu lagi kalau kamu mempelajari fakta tentangnya dan bagaimana cara menyembuhkannya sendiri tanpa ribet ke dokter.

1. Yang menyebabkan memar akibat benturan karena kerusakan pada pembuluh darah kecil. Tenang, masih bisa diatasi tanpa penanganan medis kok

Untukmu yang belum tahu, luka memar terjadi ketika pembuluh darah kecil mengalami kerusakan –umumnya karena benturan. Jaringan yang rusak menyebabkan darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan yang ada di bawah kulit. Maka kalau kamu cermati mengapa saat memar kulitmu berwarna biru, merah, ungu atau bahkan hitam itu disebabkan karena rembesan darah yang bersemayam di jaringan di bawah kulit.

Selain benturan, luka memar bisa juga disebabkan tanpa alasan yang jelas. Memar semacam ini contohnya adalah gusi berdarah dan mimisan –ini pertanda terjadinya kelainan pendarahan, bisa berbahaya bisa juga tidak.

2. Memar biasanya terasa sakit apabila ditekan dan kurang dari sebulan akan sembuh total. Namun ada memar yang tergolong parah

Luka memar yang disebabkan benturan bisa hilang dan diobati sendiri di mana biasanya terasa sakit hanya pada saat kamu tekan saja. Memar semacam ini akan hilang sakit dan lebam warnanya dalam waktu 2-4 minggu. Namun ada beberapa luka memar yang parah – cirinya disertai dengan pembengkakan dan rasa sakit yang berlangsung selama 30 menit atau lebih. Ini indikasi adanya cedera yang lebih serius.

3. Tahapan proses perubahan warna luka memar, dari saat pertama terbentur hingga benar-benar sembuh total

Saat pertama kali tekena benturan, kulitmu akan terlihat memerah yang biasanya disertai dengan bengkak dan rasa sakit berupa nyeri (jika ditekan) pada bagian yang terkena benturan. Sesudahnya, kira-kira satu hari setelah benturan, bagian yang merah tadi akan menggelap berubah warna menjadi biru atau ungu. Pada fase ini bengkak biasanya bertambah besar.

Selanjutnya kurang lebih enam hari sejak memar berwarana biru/ungu, warna kulit memar berubah menjadi seperti kehijauan. Di sinilah fase penyembuhan. Setelah seminggu memar akan perlahan berubah warna menjadi lebih terang; kuning pucat atau coklat muda. Tahap ini merupakan tahap terakhir dari proses penyembuhan memar. Luka memarmu nggak akan akan menghilang secara perlahan dan kembali ke warna kulit aslimu.

4. Agar memar cepat sembuh, maka pertolongan pertama pada saat kaki terbentur harus tepat

Hal pertama yang perlu kamu lakukan saat kakimu terbentur adalah dengan mengompres area memar dengan es batu (kalau nggak ada bisa pakai air dingin) yang dibungkus kain selama setengah jam agar rasa sakit berkurang. Selain itu, mengompres memar berguna untuk menyempitkan pembuluh darah yang mengalami cedera, agar memar nggak semakin meluas.

Kalau sakitnya nggak tertahankan, kamu bisa mengonsumsi obat-obatan seperti ibuprofen atau acetaminophen untuk mengurangi rasa sakit. Kemudian beristirahatlah. Setelah lebih dari tiga hari ganti mengompres luka memar dengan menggunakan handuk hangat selama kurang lebih 10 menit. Hal ini dilakukan agar aliran darah meningkat, sehingga memungkinkan kulit menyerap darah lebih cepat. Biasanya luka memar dapat hilang dengan sendirinya atau cukup dengan melakukan perawatan sendiri di rumah.

5. Ada fase di mana luka memarmu harus kamu periksakan ke dokter. Biar nggak salah penanganan

Dalam beberapa kasus tertentu, memar nggak berubah warna sama sekali atau bisa dibilang nggak kunjung membaik. Kasus semacam ini biasanya disertai dengan memar yang terasa keras saat disentuh, semakin membesar, dan semakin menyakitkan. Di sinilah kamu membutuhkan penanganan medis, sebab ciri tersebut menandakan adanya benjolan yang biasa disebut hematoma.

Hematoma adalah benjolan yang terbentuk saat darah berkumpul di bawah kulit atau otot. Bukannya mengalami proses penguraian dan penyembuhan seperti yang penjelasan di atas, darah pada hematoma justru menggumpal di dalam tubuh. Hematoma hanya bisa dikeluarkan melewati penanganan medis.

Itulah beberapa fakta mengenai memar; mulai dari penyebab, fase perubahan warna, sampai bagaimana cara memberikan pertolongan pertama. Semoga bermanfaat.