6 Langkah Inilah yang Sebaiknya Kamu Lakukan Saat Mengajukan Permohonan Gaji Pada Atasan

http://judionline.bet/

Setiap orang tentulah menginginkan peningkatan dalam segala aspek hidupnya, tergolong dalam segi keuangan maupun karir. Kenaikan gaji ialah salah satu tolak ukur Judi Online seseorang dalam menjangkau tingkatan yang lebih baik dalam kehidupan pekerjaannya. Selain tersebut kenaikan gaji pasti saja memprovokasi kemapaman seseorang dari segi keuangan. Tidak heran kalau nyaris semua pekerja mengharapkan eskalasi gaji dalam karir mereka.

Meskipun tersiar “ngoyo” dan terkesan beresiko, sebetulnya meminta eskalasi gaji ialah hal yang lumrah untuk anda ajukan ke atasan atau perusahaan yang mempekerjakanmu. Nah, supaya usaha negosiasi eskalasi gajimu bisa dilangsungkan lancar, 6 tahapan ini lho yang dapat anda lalukan.

6 Langkah Inilah yang Sebaiknya Kamu Lakukan Saat Mengajukan Permohonan Gaji Pada Atasan
6 Langkah Inilah yang Sebaiknya Kamu Lakukan Saat Mengajukan Permohonan Gaji Pada Atasan

1. Persiapkan dirimu sebelum mulai meminta eskalasi gaji. Utarakan negosiasimu dengan sopan dan bersahabat tetapi tetap tegas.

Sebelum mulai meminta eskalasi gaji anda harus mempersiapkan dirimu terlebih dahulu. Pastikan anda mempunyai dasar yang kuat guna mendapatkan bayaran yang akan anda minta. Misalnya apakah performance anda selama satu periode kerja terakhir telah bagus dan stabil; apakah anda telah mengerjakan prestasi besar sekitar bekerja di sana dan sejumlah aspek beda yang serupa. Tergantung ketentuan di tempatmu bekerja. Kamu mesti punya posisi tawar yang baik sebelum mengemukakan permintaan guna negosiasi eskalasi gaji.

Di samping mempersiapkan posisimu, kamu pun harus tahu tentang sejumlah hal laksana kisaran gaji guna orang dengan posisi dan empiris yang sama denganmu, sehingga eskalasi gaji yang anda ajukan dapat rasional dan proporsional. Setelah anda yakin bawa anda punya background yang kuat guna meminta eskalasi gaji tersebut, ajukan permintaanmu dengan teknik yang bersahabat tetapi tetap tegas. Contoh:

“Seperti yang baru saja Bapak/Ibu jelaskan, gaji yang ditawarkan perusahaan ialah X. Dengan pertimbangan perusahaan masih mesti mengajar karyawan baru. Namun, saya punya kompetensi lebih laksana A, B dan C yang mungkin menciptakan saya bertolak belakang dari karyawan baru pada umumnya. Apakah ini dapat menjadi pertimbangan Bapak/Ibu dalam mendongkrak gaji yang saya terima?”

Kamu mengindikasikan bahwa anda memang punya sesuatu yang dapat ditawarkan sehingga layak mendapatkan penghargaan yang bertolak belakang dari pegawai-pegawai lain. Contoh lainnya:

“Seperti dapat kita lihat dalam laporan terakhir, saya telah mengisi target yang perusahaan pasang secara berkala. Selain tersebut dalam separuh periode terakhir saya juga sukses melampaui target dan menghasilkan keutungan lebih dari periode sebelumnya. Dengan mempertimbangkan pencapaian saya ini, bagaimana menurut keterangan dari Bapak/Ibu mengenai proposal eskalasi gaji saya?”

Ini dengan kata lain kamu mempunyai dasar yang kuat guna meminta penghargaan lebih bakal jasamu sekitar bekerja di perusahaan tersebut. Sehingga bisa jadi permohonan eskalasi gajimu diterima lebih besar.

2. Hindari negosiasi dengan teknik yang tidak profesional, tidak rasional atau terlampau menuntut.

“Pak, saya ‘kan alumni PTN ternama, Pak… Masa gajinya disamain sama karyawan yang alumni (isi sendiri).”

Di atas ialah salah satu contoh teknik negosiasi yang tidak profesional. Kamu tidak usahakan mendasarkan proposal eskalasi gajimu melulu karena hal-hal subyektif atau dalil yang tidak rasional.

“Di perusahaan X aja gaji guna posisi saya telah segini lho Bu, mengapa sih perusahaan Ibu nggak dapat menghargai kami sebagai karyawan?”

Ini pun merupakan misal negosiasi yang tidak sopan dan terlampau menuntut. Membanding-bandingkan gajimu dengan gaji dari perusahaan beda atau barangkali gaji rekan kerja sendiri ialah sesuatu yang tidak etis.
Contoh negosiasi buruk lainnya ialah dengan menakut-nakuti akan berhenti bilamana permohonan eskalasi gajimu tak dituruti. Selain tersebut mengusung dalil yang terlalu individu seperti masalah keluarga pun bukanlah urusan yang dapat membantumu mendapat eskalasi gaji.
Hindari cara-cara paparan yang tidak cukup profesional dan tidak rasional saat mengemukakan permohonan eskalasi gaji. Bukannya menemukan apa yang anda harapkan, posisimu di mata atasan justeru akan semakin buruk dan terancam.

3. Pastikan anda sudah paham benar soal kepandaian perusahaan tentang eskalasi gaji karyawan.

Perhatikan dan cari tahu benar-benar tentang ketentuan perusahaan tentang pengajuan eskalasi gaji. Setiap perusahaan mempunyai peraturan yang berbeda-beda mengenai kapan seorang karyawan berhak mengemukakan permohononan eskalasi gaji. Ada yang menurut performa, terdapat yang menyaratkan supaya karyawan menghamba dalam jangka masa-masa tertentu, terdapat pula yang menurut prestasi dan lain-lain.
Selain tersebut perhatikan pun waktu yang tepat bagimu untuk mengemukakan permohonan eskalasi gaji. Kamu dianjurkan untuk mengerjakan negosiasi eskalasi upah saat perusahaan sedang berada dalam situasi prima dan anda memberikan kontribusi atau prestasi gampang kelihatan dalam sejumlah waktu terakhir. Hindari pengajuan eskalasi gaji saat performamu sedang buruk atau saat kondisi perusahaan tengah kesulitan, misalnya baru saja merasakan kerugian besar.

4. Tunjukkan dalil mengapa anda berhak mendapatkan eskalasi gaji dengan memperlihatkan kompetensimu secara nyata.

Untuk memperkuat dalilmu dalam negosiasi eskalasi gaji, usahakan anda siap menawarkan bukti nyata pada atasanmu bahwa anda pantas ditunaikan lebih tinggi. Cobalah meminta suatu proyek tambahan untuk anda tangani, agar beliau tahu anda punya kapasitas lebih dan pantas diganjar lebih baik lagi.

Kamu juga dapat menawarkan proposal-proposal inovatif dengan target menggiurkan yang dapat kamu selesaikan cocok dengan rancanganmu tersebut guna mengindikasikan pada atasanmu bahwa anda berkompeten dan berhak mendapatkan eskalasi gaji.

5. Jangan terburu-buru memungut keputusan dalam negosiasi eskalasi gajimu, tetapi juga tidak boleh terlalu lama ketika memutuskannya.

Ketika anda sudah hingga pada etape negosiasi eskalasi gaji, terdapat baiknya anda tidak terlampau terburu-buru dalam menyimpulkan angka yang tengah anda rundingkan dengan atasanmu. Mengambil keputusan terlampau cepat bisa berdampak pada penyesalan, karena dapat jadi anda terlalu gegabah dalam menilai hasil akhir dari perundingan tersebut. Pikirkan dengan matang perihal tawar menawar antara dirimu dan perusahaanmu.

Pertimbangkan lagi semua faktor-faktor yang sudah anda cari tahu sebelumnya tadi. Tentang kisaran gaji guna orang dengan kompetensi setingkat dirimu, mengenai seberapa tidak jarang perusahaan tersebut mendongkrak gaji dan bagaimana kesehatan keuangan terakhir di sana. Namun butuh diingat, kamu pun tidak boleh terlampau lama pun dalam menarik benang merah akan gaji yang anda sepakati dengan pihak perusahaan. Tidak satu juga perusahaan yang inginkan membuang-buang waktunya sia-sia begitu saja.

6. Dalam negosiasi anda harus sadar kapan mesti mengalah, tapi tidak boleh juga gampang menyerah begitu saja.

Terkadang, terdapat kalanya anda tidak sukses mendapatkan penawaran yang anda harapkan. Negosiasi selesai buntu atau perusahaan memang benar-benar belum dapat menaikkan gajimu untuk ketika itu. Jangan terlampau memaksakan keinginanmu, ingat pulang apa destinasi utamamu dalam bekerja dan fokuslah pada urusan tersebut.

Selain tersebut kamu pun masih dapat mencari titik cerah lain bilamana permohonan eskalasi gajimu belum berhasil. Yaitu dengan membicarakan tentang kemudahan lain yang dapat kamu dapatkan sebagai subtitusi dari eskalasi gaji tersebut. Bisa dalam format asuransi, tunjangan, waktu cuti dan lain-lain. Secara tidak langsung anda tetap diuntungkan meskipun tidak dalam format uang.

Bagaimana, apakah hatimu telah mantap untuk mengemukakan permohonan eskalasi gaji? Kamu tak perlu fobia atau sungkan guna memintanya, andai kamu benar-benar mengharapkan peningkatan dalam kehidupan karirmu. Selama anda mempunyai apa yang diperlukan perusahaan dan menjaga kinerja yang baik, anda memang layak memperjuangkan penghargaan atas pengabdianmu untuk perusahaan sekitar ini. Semoga sukses!